Wahai hati dan nurani yang kian merejamkan perih pada setiap insani
Pernahkah kau menikmati rembulan dari jendela hatimu?”
tersenyum dalam mengimbangi tanya,
yang kian kau patri dalam bentuk keraguan bahkan kebengisan
Ingatlah jiwa yang selalu sepi.
kita pernah memijakkan kaki dalam guratan demi guratan cahaya,
Memadu keikhlasan dengan ketulusan tanpa sedikitpun pernah tahu akan pilu yang semakin meraja
kenanglah masa
Dimana kupetik kan bintang untuk secercah cahaya yang layu dalam hatimu
dan saat dimana kulukiskan binar sang rembulan dalam pendar matamu
sehingga kelembutannya ku simpan dalam relung tawadhumu
“Tidakkah kau sadari, itu semua akan selalu bersamamu?”
…dan kemudian kau pun tersenyum malu
pernah ada sepucuk cinta yang tak sempat kutuliskan
Yang kian memburu untuk sekedar bercengkrama dengan camar dalam hatimu
Tiada kuasa raga ini menahan getaran yang kian menelikungkan getir
Bahkan narasi hatiku pun tak mampu mendendangkan kemerduan yang biasa bersenandung
Sejenak ingin ku berhenti menidurkan hati ini pada sepi
Menimbang segala sisa kaca yang sempat terpatri
Namun pada kenyataan nya,
cinta tetap menorehkan duka yang semakin luka
Dan kuhanya mampu menitipkannya pada sang muara dalam kisah di waktu senja
dimana kau telah luluh melabuhkan biduk didermaga cerita
ini bukan pada mu sungguh….
juga bukan pada ku selayaknya
yeah….. kamu benar kali ini ini semua tentang kita
tentang hati yang telah kita titipkan duka
walau mungkin hanya sekedar sementara saja
*ketika rindu mu tak lagi ku rasakan akan kah kau peduli..??

1. Terima lah dia padamu
Kuserahkan sahabatku padamu,
dia adalah orang yang berarti dalam kehidupanku
kini dia adalah sahabat yang akan menemani hari-hari penuh perjuangan milikmu
perlakukanlah dia dengan baik sebagaimana aku bersikap baik padanya
jagalah perasaannya sebagaimana aku selalu berusaha menjaga perasaannya
ajarilah dia dengan hikmah,
sebagaimana kami saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan kesabaran….
Syurga atau neraka untuknya ada padamu,
maka ajarilah dia untuk dapat menjadi layak dihadapanNya
seperti yang dia harapkan dalam visi hidupnya
Temanilah dia dalam perjalanan mengetuk pintu SyurgaNya….
Kini dia adalah sahabatmu…..

2.Tak sempat terucap Padamu
Tak sempat kudesahkan cerita disaat dirimu harus berlalu
meninggalkan seonggok tetesan rindu yang terus menderaku, Lisan tak kuasa berucap,
ketika hati getarkan rindu kehilangan mu, Begitu banyak harapan ingin kuurai bersama,
merangkai serpihan – serpihan hidup di sisa usia
entah kapan berakhir…..
Dengarkan aku yang mencintaimu,berteriak hingga berbisik memekak lalu melirih…
Kau begitu khusyu’ dalam sepimu, seakan beribu rindu hanya meluruh terus melewati sunyimu…
Ingin ku menjamah kehidupanmu tapi tangan menggapai tak sampai.
Biarkan aku sejenak menikmati sunyi, karena dengan begitu aku merenung dan mengambil pelajaran.

3. Ini Padaku juga Padamu
Jika luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Mengapa meski dibiarkan meracun jiwa.
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama
Jika kebencian dan kemarahan menjadi masa lalu pada akhirnya
Mengapa mesti diumbar sepenuh jiwa
Sedangkan memaafkan dan menahan diri lebih berpahala
Jika cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Mengapa meski ingin memiliki dan selalu bersama
Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti
Jika hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nantinya
Jika kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Mengapa tidak dinikmati saja
Sedang ratap tangis tidak dapat mengubah apa-apa
Jika kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Mengapa mesti tenggelam didalamnya
Sedang taubat itu lebih utama
Lakukanlah yang terbaik yang bisa kau lakukan
Karena waktu dan kesempatan tidak bisa di tebak

Izin kan ku melangkahkan kaki ku lagi sahabat, menelusuri dunia yang berbeda adat dan kebudayaan nya, aku pergi ngga akan lama, pasti kembali lagi suatu saat nanti, tunggu aku dipersimpangan jalan, dimana kau ragu menempuh nya, kita bukanlah kenangan masa lalu, kita akan selalu ada dimasa akan datang, percayakan pada takdir mu dan ikuti kata hati mu kawan..