Mari Bercerita lagi, setidak nya tentang apa yang bagaimana.

16 Apr 2015

Saya Kembali..

Setelah cukup lama bersemayam alias tidak tersentuh, akhirnya blog ini kembali menyapa pembaca dan dbloggers sekalian, (oke bahasanya mulai aneh disini)

Dahulu kala pada masa sebelum berganti kepemilikan utama dari si empu nya blogdetik, blog saya ini demikian giat menulis tentang segala pemelintiran kata kata yang seolah olah diterjemah kan oleh kebanyakan orang, berupa puisi, poem atau apalah namanya tapi kalau menurut saya pribadi, itu hanya permainan kata kata yang di ubah sedemikian rupa dengan menggantikan nya dengan persamaan kata lain nya. (tapi ya sudah lah apapun itu kembali kepada kemampuan seseorang dalam memahami tulisan orang lain, karena banyak memang bahkan sudah sebagian besar hanya mampu memahami dari tulisan yang tersurat, jarang sekali bisa memahami yang tersirat)

Nah itu pada masa itu, pada masa sekarang ini yang akan dimulai hari ini dan mudah mudahan ngga kumat lagi males nulis nya, (garing ngga..?) blog ini akan mencoba memaparkan tulisan yang lebih aneh lagi buat sedikit orang, rencana nya blog ini menulis kan hal hal yang keluar dari kebiasaan sehari hari kalau dalam bahasa gaol nya seperti ini : “im not anti mainstream but im just not friendly user”.

Misal nya nanti blog ini akan menulis tentang kenapa sih kebiasaan kita selalu jika ketemu orang yang sudah lama kita kenal tapi jarang bertemu, pertama-tama akan melakukan aktivitas salaman, dan dilanjutkan dengan kalimat menanyakan kabar, padahal kalau dipikir pikir kan ya, okelah salaman bisa jadi alasan untuk saling menyentuh satu sama lain nya selain dari cipiki cipika, yang di heran kan itu kenapa mesti dilanjutkan dengan menanyakan kabar..? eh gimana kabar nya,,.? atau apa kabar…?, padahal secara logika jika kita sudah berhadapan satu sama lain nya pasti nya kita bisa melihat kondisi fisik orang yang ada didepan mata kita, (benar ngga..?) dan seharusnya kita sudah bisa menilai orang tersebut baik baik aja, atau jika dia jalan pakai perban sana sini, pasti penuh luka.

kenapa harus menanyakan kabar lagi..?? sekedar basa basi atau sebenarnya tidak peduli atau sebenarnya fokus nya ngga dengan orang yang ada didepan nya..?

mau bilang itu kan tata krama pergaulan atau sopan santun. hmm masak sih itu tata krama pergaulan..? yakin itu hanya sekedar sopan santun, atau barangkali karena kebiasaan. kan kita orang Indonesia nya selalu mengekor kebiasaan, entah kebiasaan baik atau buruk jika hal itu sudah menjadi sesuatu yang dilakukan oleh kebanyakan orang maka hal itu akan selalu seperti itu dilakukan.

tapi ya sudah lah seseorang itu memiliki hak untuk menjadi pengikut atau diikuti.

 

salam dari pojokan

 

BRT

 


TAGS


-