PostHeaderIcon 4 februari 2010

Dan..kita masih berbincang tentang segala
canda, tawa, duka, tangisan, airmata, kesedihan

Dan.. kita masih tetap bersama
walau terlalu sering membuat jarak diperbedaan

Dan.. semoga kebersamaan ini tetap selamanya
walau jiwa mungkin tak lagi bisa mencari makna

Dan Tuhan terima kasih atas umur yang kau berikan

tart

PostHeaderIcon Mengenangmu..(tentang hati)

Wahai hati dan nurani yang kian merejamkan perih pada setiap insani
Pernahkah kau menikmati rembulan dari jendela hatimu?”
tersenyum dalam mengimbangi tanya,
yang kian kau patri dalam bentuk keraguan bahkan kebengisan
Ingatlah jiwa yang selalu sepi.
kita pernah memijakkan kaki dalam guratan demi guratan cahaya,

Memadu keikhlasan dengan ketulusan tanpa sedikitpun pernah tahu akan pilu yang semakin meraja
kenanglah masa
Dimana kupetik kan bintang untuk secercah cahaya yang layu dalam hatimu
dan saat dimana kulukiskan binar sang rembulan dalam pendar matamu
sehingga kelembutannya ku simpan dalam relung tawadhumu

“Tidakkah kau sadari, itu semua akan selalu bersamamu?”

…dan kemudian kau pun tersenyum malu
pernah ada sepucuk cinta yang tak sempat kutuliskan
Yang kian memburu untuk sekedar bercengkrama dengan camar dalam hatimu
Tiada kuasa raga ini menahan getaran yang kian menelikungkan getir
Bahkan narasi hatiku pun tak mampu mendendangkan kemerduan yang biasa bersenandung
Sejenak ingin ku berhenti menidurkan hati ini pada sepi
Menimbang segala sisa kaca yang sempat terpatri
Namun pada kenyataan nya,
cinta tetap menorehkan duka yang semakin luka
Dan kuhanya mampu menitipkannya pada sang muara dalam kisah di waktu senja
dimana kau telah luluh melabuhkan biduk didermaga cerita
ini bukan pada mu sungguh….
juga bukan pada ku selayaknya
yeah….. kamu benar kali ini ini semua tentang kita
tentang hati yang telah kita titipkan duka
walau mungkin hanya sekedar sementara saja

*ketika rindu mu tak lagi ku rasakan akan kah kau peduli..??

PostHeaderIcon Menikmati sorenya Maninjau.

maninjau

Sudah kah kawan - kawan menjejak kan kaki disana..??
di sebuah daerah di pulau Sumatera, di Sumatera Barat tepatnya.
Sebuah daerah yang memiliki danau yang indah, dan penuh misteri kekayaan alam, Danau dan daerah itu bernama Danau Maninjau yang terletak kabupaten Agam atau 140 km utara Padang atau 38 km barat Bukittinggi.

Danau yang katanya memiliki sejarah tersendiri dalam hal pembentukan nya itu, merupakan danau terbesar ke 11, di Negara kita Indonesia.
Jika rekan - rekan kesana sebelum mencapai titik pemberhentian dimana rekan - rekan bisa menikmati makanan khas daerah sana, yang berupa ikan kecil - kecil di bungkus menggunakan daun pisang. rekan - rekan akan disambut dengan ucapan selamat datang oleh kelokan - kelokan yang sangat dikenal dengan nama kelok 44.

a

Dimulai dari kelokan yang pertama dari atas rekan - rekan mulai menuruni bukit yang melingkari danau Maninjau ini, rekan - rekan akan dihadapkan dengan pemandangan yang membuat takjub, hamparan sawah, hamparan air danau yang bersinar diterpa matahari sore dan juga disepanjang kelok 44 ini rekan rekan akan banyak menemukan monyet - monyet yang sangat jinak (apa bila dikasih makan ya).

Akan banyak hal yang membuat adrenalin kita terpacu ketika melewati kelokan 44 ini,tingkungan yang sangat tajam, dan juga arus yang 2 arah sehingga membuat kita mesti konsentrasi full pada jalan di kelokan itu saja.
setelah sampai dibawah maka segala kepenatan, kecemasan, akan tergantikan dengan sejuk nya air danau maninjau tersebut.
kita bisa mandi atau pun hanya sekedar duduk dipinggir danau untuk merendam kaki kita.
dan saat ini pun di danau Maninjau telah ada fasilitas - fasilitas yang membuat kita merasakan kenyamanan dan keamanan selama disana.

kita juga bisa mencoba olah raga pra layang, terjun dari atas bukit tertinggi di danau maninjau menuju danau atau juga bisa bermain golf ( jika ada yg mau main golf nih ya). atau barangkali bisa menyalurkan hobi memancing bahkan juga bisa belajar menanam padi atau berternak ikan dengan para penduduk lokal setempat.

Jadi tidak ada salah nya jika rekan - rekan yang belum memiliki rencana liburan untuk memasuk kan ke daftar liburan rekan- rekan danau maninjau ini.

~baratra: menikmati perjalanan setelah berhenti sejenak

salam

PostHeaderIcon Negaraku Negara Dagelan

Sesuai dengan sebuah slogan “di Indonesia semuanya ada

dagelan

Sudah sampai dimana kisah dagelan yang menyangkut perebutan seorang pemandu sorak, hanya seorang pemandu orak dengan wajah pas pas an (dalam kacamataku), bisa diperebutkan oleh dua orang yang memiliki kekuasaan dan seharus nya bisa mendapatkan seorang perempuan yang kelas nya jauh berpuluh - puluh kali lipat dari seorang pemandu sorak.
Sampai dimana kisah cicak dan buaya? kisah dua buah kekuasaan yang saling mengaku paling kuat dan berbahaya di negeri dagelan ini?
walau semua orang tahu dari dulu pasti nya siapa yang paling berbahaya dan paling kuat dalam membuat sebuah naskah cerita dagelan, tapi kali ini ternyata kontrak sinetronnya diperpanjang hingga berpuluh puluh episode, yang melahirkan berbagai macam lakon utamanya.
sejak zaman kuda makan besi pasukan buaya adalah aktor yang terbaik dan terkuat sekaligus berbahaya bagi semua masyarakat di negeri dagelan, mereka (pasukan buaya) bisa melakukan apa saja yang menurut mereka mampu membuat mereka selalu berada diatas dan tidak akan membiarkan ladang tempat mereka membesarkan perut -perut nya tergusur oleh sebuah script yang diubah oleh editor ingusan.
jadi wajar saja saat ini mereka melakukan sebuah langkah pengalih perhatian penonton dengan cara memburu cicak cicak yang dianggap merusak ladang pembesar perut mereka.
dan narasi mulai dimain kan oleh aktor aktor pendukung, yang hanya sebagai pemeran pengganti, alur dan cerita pun diganti menjadi yang lebih membingungkan jika ditonton oleh masyarakat - masyarakat negara dagelan.
entah sampai kapan membodohi diri sendiri.
dan dalang atau sutradara sinetron ini pun hanya bisa diam dan diam, walau sekali kali berusaha memajukan pion - pion nya bahkan juga tidak sedikit mengorban kan bidak bidak yang hanya menikmati tugas mereka sebagai tumbal dari sebuah kebaikan yang bertopeng

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami

Selamat hari pahlawan negeri ku, walau entah pahlawan yang mana yang mesti mendapat ucapan selamat.
Semua orang bisa menjadi pahlawan bukan..??? termasuk mereka yang disana memperebutkan status walau hanya sebagai pahlawan kesiangan dan berjuang demi perut perut mereka yang makin membesar (sangat menyalahkan kodrat sebagai lelaki, karena yang sesuai takdir itu adalah perempuan yang memiliki perut membesar)

*kami hanya sekumpulan orang yang belajar mengambil sesuatu dari sisi - sisi yang berbeda walaupun akhirnya kami tahu bahwa kami lah objek penderita itu sesungguh nya

salam dari sepi

*gambar dari sini

PostHeaderIcon Deni sumargo in action!!

Haii all dbloggers
Dah lama vakum dan say hello ternyata kangen juga hehehe :D

sehubung ngga ada topic yang menarik buat ditulis, ya bikin aja tulisan yang mungkin sebagian dblogger mengalami nya ketika membuka blog anda atau blog teman anda
kejadian itu berupa munculnya gambar deni sumargo menggantikan gambar gambar yang ada di blog temen temen :)
(lagi dan lagi blog kita tercinta memelihara bug yang mungkin terlupakan atau terlewatkan )
den

gambar yang keluar disaat teman teman browsing

untuk menghilang kan itu :
1. clear cookies browser anda
klo anda menggunakan firefox : tool -> recent history
dan juga browser anda lain nya, kemudian coba buka kembali dengan refresh halaman tersebut atau [F5] dikeyboard anda

salam dari kejauhan kawan kawan, mudah mudahan kebersamaan itu bisa aku rasakan kembali

salam

Baratra

PostHeaderIcon Kembali ke titik NoL ( 0 )

mari mulai kembali apa yang diawali, jangan berhenti lagi, walau sejenak lanjutkan lagi perjalanan ini.

PostHeaderIcon Yang merindu Terindukan

Aku merindu teman untuk melalui

Aku merindu kawan untuk berbagi

Aku merindu senyum setelah bersedih

Aku merindu hati untuk disayangi

II
Hujan turun ketika kita menuntaskan persetubuhan kedua
Dalam tiap-tiap keliaran dan hentakan nafas yang terus memburu
Kita terus berpacu seolah takut dikalahkan waktu
Besok aku pulang dengan muatan segudang kenangan
Tentang dirimu yang memenuhi seisi perahu
Kita akan berlayar sendiri-sendiri sampai takdir mempertemukan kita
Tapi sebelum itu, mari kita selesaikan malam ini dengan manis

rindu yang tak akan pernah nyata
yang hanya kan menjadi mimpi selamanya
karena ku hanya bisa mencinta
tapi tidak untuk memilikinya

Atas nama jiwa yang bergerak oleh cahaya
Biarkanlah surga kupapah hingga tak kuasa
Demi mereka yang menangis memandangku
Sampai hancurku mendebu.

Selamat Lebaran Idul fitri sahabat, Semoga Segala berkah dan rahmat perjuangan mu di Ramadhan terbalaskan.
Tak mengapa berbuat salah atau pun khilaf dan tak juga ada salahnya
jika diri ini mohon maaf sedalam dalam nya atas segala kemarahan dan kekecewaaan yang telah diri ini hadirkan pada kalian smua

PostHeaderIcon Seharusnya kita…(Muak ku)

Belumlah lagi mekar kuncup putik bunga itu
Namun fajar kian terlihat indah menikam didetik malam yang terkapar
Dan sahutanmu telah membangunkan ku kembali kedalam kenyataan

Telah kucoba bicara bersama puisi yang menjadi bunga
Untuk yakinkan mu bahwa keindahan bukan sekedar sajak dusta
Ia akan merasuk penuh menjadi nyawa didalam jiwa

Prahara adalah bila matamu hanya melihat matahari yang kian meninggi
Ketika siang semakin angkuh merangsang
Seharusnya kita tidak perlu menanyakan dimana letak keabadian
Sebab janji itu hanya sekedar kiasan oleh mu layaknya kebiasaan

Biarkan kakimu mengalun menjadi melodi sejuk belantara salju
Melupakan sejenak cerita silam yang nyaris membunuhmu
Berjalan lah sesuai dengan pikiran dan kehidupan mu
Tak perlu lagi ada secuil ruang buatku mengiringi setiap jejak langkahmu

Setelah onak dan duri itu kita singkirkan
Tak perlu lagi kau berusaha bermanis rupa pada ku
Tak perlu lagi kau berpura peduli yang tak berkesudahan
Kita telah selesai dan tak ada lagi yang harus ku taklukkan dirintangan hidupmu

Huh…!!!
Seandainya saja luka ini bisa kau rasakan
Ah sudahlah..
Semoga tidak ada dendam yang lahir setelah kita berseberangan
Tidak pada mu tetapi pada diriku..!!!
Jangan lagi katakan maaf itu
sampai kapan pun kau tak akan ada lagi didalam hari hari ku

PostHeaderIcon Tadarusan Dear(cinta yang terdiam)

Prolog :
Dear (Cinta yang terdiam) : Sehubungan Sangat banyak komentar para sahabat - sahabat yang tidak sempat saya balas, maka saya balas disini saja ya :D
Dear (cinta yang terdiam) itu bukan sama sekali tentang aku dan seseorang perempuan :) tetapi itu semua bercerita tentang aku dan System pemerintahan (Indonesia) saat ini,

kita mulai tadarusan nya :

*dedicated to : Seorang sahabat Hidup itu indah nikmati saja apa adanya.
Jendela digital
dan aku tercekat lekat
terjerembab lembam diam
dan denting waktu seraya enggan terus jalan

(ada banyak berita – berita tentang kehidupan pemerintahan kita yang entah kenapa sampai saat ini aku lebih menilai tidak lebih dari kehidupan di taman kanak kanak, yang ini mengambil hak ini, yang satu lagi sibuk meng agungkan dirinya, dan yang satu lagi terlalu sibuk mikirin keuntungan pribadi terlepas dengan segala alibi demi mereka yang ada di kasta terendah hidup manusia)

situs sejarah hidup ku
dan kususuri teliti lekuk sisi sisi pengharapan
masih terus bicara yang kutahu
celoteh setia dan tegar
menaungi para insan haus kenyataan
saat itu - saat kini, begitu seterusnya

(Dari dulu pada masa kampanye, selalu saja metode sama janji manis nan berbisa, segala bentuk tipu daya dilakukan, entah itu bertopeng bala bantuan atau pun self defence sebagai orang yang di zholimi, sementara rakyat selalu makan nasi akik dan malah saling bunuh saudara sendiri demi kelangsungan hidup)

aku menjamah rasa-ku
sang kembara nan magis
aku pun terengkuh, tergolek, terombang-ambing pada jejak-jejak peristiwa
padahal kau tahu
kapan pernah kutuliskan itu
selain coretan pada ruang yang kita namakan blogger

(banyak raungan dan ratapan agar para penguasa mulai memikir kan yang sebenarnya apa keinginan rakyat, dan itu bisa kita temui di berbagai tulisan sahabat – sahabat blogger di seluruh Indonesia mengkritik dengan pedas atau dengan halus, tapi ya itu anjing menggonggong kafilah tetap berlalu, dan disini entah siapa yang anjing entah siapa yang kafilah)

Ujung gedung itu
disana rasaku tumpah
dan bingkai khayal terbungkus harapan
jemariku lincah menari
ada serajut kata bak pujangga dimabuk kasmaran
pada harumnya embun pagi yang menetes menggelayuti pohon menjulang
penuh selaksa kabut bertengger menyelimuti
percikan kicau burung yang malu-malu menjemput pagi
tercurah semua pada lembaran kertas putih
ah … sudahlah

(Gedung MPR dan DPR serta Istana : disana segala harapan masyarakat tertumpahkan pada orang – orang yang mengakui dirinya adalah wakil wakil dari segala golongan masyarakat Indonesia, berbagai macam undang undang lahir dari sana, dengan mengatas namakan kehidupan rakyat. Walau pada kenyataan hanyalah untuk menambah pundi – pundi kekayaan pribadi masing2 mereka disana)

aku telah menyusuri lorong waktu ini
dan mata ini sedang terjebak lambaian nostalgia
dan jejari ini telah renta lemah lunglai
hasrat yang ikut pergi
bersama kabut lembut tersaput mentari waktu dhuha
telah tumpul merapuh buntu
telah bebal bercakap rasa

(lorong waktu yang telah diselusuri dari dua masa orde, kenangan dimasa lalu system pemerintahan nya dan kenyataan saat ini system pemerintahan nya, bosan rasanya melihat yang kaya makin kaya dan miskin makin orgasme dengan kemiskinan nya.)

Akankah Kau dan mereka menggamitku kembali
untuk memberikan semangat menuntun tanganku
menari lincah menumpahkan apa yang ada di hati…?

(sebuah pertanyaan sederhana bagi para sahabat yu kita bangun Indonesia dengan segala ide dan kritikan kita pada mereka, jangan takut dengan penjara atau pun segala macam undang undang menjelma demi menutupi sisi buruk kebiadapan mereka)

men in here : Anjari, Julie, Ella, Anny, Lies, Hilman, Cyperus, KangATm, Dayu, Jillena, Zfly, Mou, Tanyasaja, Rian, Hasby, Depz, Rizky, lazyhusband, Putry, Jabrik, shanti, tonosour, andivan, aribicara, uni, angel, hes, and any other people in blogdetik.com you are amazing men
(tulisan yang terhiden )

PostHeaderIcon Dear (Cinta yang terdiam)

*dedicated to : Seorang sahabat Hidup itu indah nikmati saja apa adanya.

Jendela digital
dan aku tercekat lekat
terjerembab lembam diam
dan denting waktu seraya enggan terus jalan

situs sejarah hidup ku
dan kususuri teliti lekuk sisi sisi pengharapan
masih terus bicara yang kutahu
celoteh setia dan tegar
menaungi para insan haus kenyataan
saat itu - saat kini, begitu seterusnya

aku menjamah rasa-ku
sang kembara nan magis
aku pun terengkuh, tergolek, terombang-ambing pada jejak-jejak peristiwa
padahal kau tahu
kapan pernah kutuliskan itu
selain coretan pada ruang yang kita namakan blogger

Ujung gedung itu
disana rasaku tumpah
dan bingkai khayal terbungkus harapan
jemariku lincah menari
ada serajut kata bak pujangga dimabuk kasmaran
pada harumnya embun pagi yang menetes menggelayuti pohon menjulang
penuh selaksa kabut bertengger menyelimuti
percikan kicau burung yang malu-malu menjemput pagi
tercurah semua pada lembaran kertas putih
ah … sudahlah

aku telah menyusuri lorong waktu ini
dan mata ini sedang terjebak lambaian nostalgia
dan jejari ini telah renta lemah lunglai
hasrat yang ikut pergi
bersama kabut lembut tersaput mentari waktu dhuha
telah tumpul merapuh buntu
telah bebal bercakap rasa

Akankah Kau dan mereka menggamitku kembali
untuk memberikan semangat menuntun tanganku
menari lincah menumpahkan apa yang ada di hati…?

men in here : Anjari, Julie, Ella, Anny, Lies, Hilman, Cyperus, KangATm, Dayu, Jillena, Zfly, Mou, Tanyasaja, Rian, Hasby, Depz, Rizky, lazyhusband, Putry, Jabrik, shanti, tonosour, andivan, aribicara, uni, angel, hes, and any other people in blogdetik.com you are amazing men

MisC
Kriteria