? masih perlukah ada tanya
aku ceritakan pada mu tentang isi hati itu
dalam riuh gamang berkumandang
aku lepaskan keluh kesah tentang harapan
diantara buih buih kenangan yang berhamparan
hati selalu menulis mimpi akan keinginan
hasrat membalut segenap kehidupan
entah luka mana yang tersimpan didada
atau barangkali suka yang sempat terabaikan
barangkali benih kebersamaan telah lama tertuai
oleh hati namun terbiar terbakar meracuni pikiran
menutupi relung relung kebersamaan tawa berbagi duka
lalu padam setelah amarah menunjuk kan taring nya
Sudahlah
Masih perlukah ada tanya mengitari kepala mu
setelah perbedaan itu melahirkan kegamangan
rengkuh sajalah atau nikmati sampai pada nadi nya
agar kelak kau akan tahu tak perlu ada tanya tentang kenangan ataupun masa depan
:ini hanya fatamorgana dari sebuah harapan, kenangan, dan fanatik buta akan keangkuhan diri
Salam

