To 4 Februari

Posted on September 30th, 2011 in cinta by baratra  Tagged ,

Masihkah kau merindukan gerimis..???
Seperti aku yang memamah temaram senja dikeremangan dunia.
Bagaimana kehidupan hatimu saat ini, masih disibuk kan oleh memilah hati demi hati yang bisa kau sakiti dengan segala hal pembenaran dari sisi pemikiran mu saja, masihkah..??
5 tahun masa jiwa aku-kau terlalu cukup bagi aku-kau untuk saling merindukan benci dengan atas nama cinta.
Kau luka aku luka sementara disetiap detik luka kau dan luka aku menganga, menjalari segenap dinding jiwa. Cukup kan itu akhiri dengan segera..
Kini aku pergi pamit dari pelataran senja mu, mungkin pergiku tuk selama nya dari segala kebencian mu pada segenap rindu dan cinta untuk ku.
Maaf kan hati, maafkan jiwa, maaf kan segala hal tentang cinta.
Mari kita bangun lumbung kenangan agar roh roh mimpi yang pernah kita pahat itu damai dalam senyuman.
Semoga suatu saat nanti kau pun menyadari kita itu sama saja.
Tak ada yang lebih baik diantaranya.

Sampai nanti dikematian hati dan kematian mimpi.

? masih perlukah ada tanya

Posted on April 18th, 2011 in hidup by baratra  Tagged , , , , ,

aku ceritakan pada mu tentang isi hati itu
dalam riuh gamang berkumandang
aku lepaskan keluh kesah tentang harapan
diantara buih buih kenangan yang berhamparan

hati selalu menulis mimpi akan keinginan
hasrat membalut segenap kehidupan
entah luka mana yang tersimpan didada
atau barangkali suka yang sempat terabaikan

barangkali benih kebersamaan telah lama tertuai
oleh hati namun terbiar terbakar meracuni pikiran
menutupi relung relung kebersamaan tawa berbagi duka
lalu padam setelah amarah menunjuk kan taring nya

Sudahlah
Masih perlukah ada tanya mengitari kepala mu
setelah perbedaan itu melahirkan kegamangan
rengkuh sajalah atau nikmati sampai pada nadi nya
agar kelak kau akan tahu tak perlu ada tanya tentang kenangan ataupun masa depan

:ini hanya fatamorgana dari sebuah harapan, kenangan, dan fanatik buta akan keangkuhan diri

Salam

The End

Posted on March 1st, 2011 in poem by baratra

Dan saat nya pun tiba
kita telah sampai pada akhir perjalanan dari bait terakhir puisi terakhir
dengan cara paling sederhana yang kita punya
serupa hembus napasmu meluruhkan pilu
yang lelah setengah gundah walau terlihat pongah

kita tidak lagi merajut serta menguntai kata kata
tidak lagi perlu..
“titipkan saja pada bintang”, katamu
aku tidak mengangguk tetapi tidak juga menggeleng

Setelah lelah berjuang mencari keabadian dari sebuah kata
kini kian terasa percuma hanya sesal dipelupuk mata
seiring luka bersemayam erat seakan menari direlung relung jiwa
kita telah di ujung perjalanan

setelah bait bait terakhir dari puisi terakhir
kita hanya perlu diam membisu
itu saja…

sampai jumpa

just for update

Posted on February 24th, 2011 in poem by baratra  Tagged

dari pada dihapus hihihi

Next Page »